Inovasi Pembayaran Digital yang Mendunia
Sistem pembayaran Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia (BI) kini telah diperluas penggunaannya ke sembilan negara, termasuk Malaysia dan Jepang. Hal ini diungkapkan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo, dalam acara pembukaan Fekdi X IFSE 2025 yang berlangsung baru-baru ini.
Perry menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya untuk mempermudah transaksi lintas negara bagi masyarakat Indonesia dan wisatawan asing. “Dengan adanya QRIS, transaksi menjadi lebih cepat dan efisien, serta mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia dan negara-negara mitra,” ujarnya.
Ekspansi QRIS ke Negara Lain
Selain Malaysia dan Jepang, QRIS juga telah diterima di negara-negara lain seperti Singapura, Thailand, dan Filipina. Perry menambahkan bahwa BI sedang dalam proses untuk memperluas penggunaan QRIS ke negara-negara seperti Arab Saudi dan India dalam waktu dekat. “Kami berharap dengan adanya QRIS, masyarakat Indonesia yang berkunjung ke luar negeri dapat melakukan transaksi dengan lebih mudah,” tambahnya.
QRIS memungkinkan pengguna untuk melakukan pembayaran hanya dengan memindai kode QR, yang dapat diakses melalui aplikasi dompet digital. Hal ini tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga meningkatkan keamanan dan kenyamanan bagi pengguna.
Dukungan untuk UMKM
Penggunaan QRIS juga diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Indonesia. Dengan sistem pembayaran yang lebih mudah, UMKM dapat menjangkau lebih banyak pelanggan, baik domestik maupun internasional. Perry menekankan pentingnya dukungan bagi UMKM agar mereka dapat beradaptasi dengan teknologi digital.
“Kami akan terus mendorong UMKM untuk menggunakan QRIS sebagai salah satu metode pembayaran. Ini adalah langkah penting untuk meningkatkan daya saing mereka di pasar global,” jelasnya.
Keamanan dan Kenyamanan Transaksi
Keamanan dalam bertransaksi menggunakan QRIS juga menjadi perhatian utama. BI memastikan bahwa sistem ini telah dilengkapi dengan berbagai fitur keamanan untuk melindungi data pengguna. Perry menegaskan bahwa BI akan terus melakukan pengawasan dan evaluasi untuk memastikan bahwa QRIS tetap aman dan dapat diandalkan.
“Kami berkomitmen untuk menjaga keamanan transaksi agar masyarakat merasa nyaman menggunakan QRIS,” tutupnya.
Kesimpulan
Dengan semakin meluasnya penggunaan QRIS, diharapkan sistem pembayaran ini dapat menjadi solusi yang efektif untuk memfasilitasi transaksi internasional. Langkah ini tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia, tetapi juga memperkuat posisi Indonesia di kancah global.




