Rugi Besar Akibat Kendala Smelter dan Larangan Ekspor
PT Amman Mineral (AMMN) mengalami kerugian yang signifikan hingga mencapai Rp2,91 triliun atau setara dengan US$175,05 juta pada kuartal ketiga tahun 2025. Kerugian ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kendala operasional pada fasilitas smelter dan larangan ekspor yang diberlakukan oleh pemerintah.
Menurut laporan keuangan yang dirilis perusahaan, pendapatan Amman Mineral anjlok hingga 78,1% dibandingkan dengan tahun lalu. Penurunan pendapatan ini menjadi salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap kerugian yang dialami oleh perusahaan.
Faktor Penyebab Kerugian
Salah satu penyebab utama kerugian ini adalah masalah yang dihadapi oleh smelter yang dimiliki oleh Amman Mineral. Smelter yang berfungsi untuk mengolah bijih mineral menjadi produk yang siap dijual mengalami kendala teknis yang menghambat proses produksi. Hal ini menyebabkan perusahaan tidak dapat memaksimalkan kapasitas produksi dan mengakibatkan penurunan pendapatan yang signifikan.
Selain itu, larangan ekspor yang diberlakukan oleh pemerintah juga berdampak besar terhadap kinerja keuangan Amman Mineral. Kebijakan ini bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah dari sumber daya alam di dalam negeri, namun pada saat yang sama, hal ini membuat perusahaan kesulitan untuk menjual produk mereka di pasar internasional.
Dampak Jangka Panjang
Kerugian yang dialami Amman Mineral tidak hanya berdampak pada kinerja keuangan perusahaan, tetapi juga dapat mempengaruhi rencana investasi dan pengembangan proyek di masa depan. Dengan kondisi keuangan yang tidak stabil, perusahaan mungkin akan kesulitan untuk mendapatkan pendanaan yang diperlukan untuk proyek-proyek baru.
Para analis memperkirakan bahwa jika masalah smelter dan larangan ekspor tidak segera diatasi, Amman Mineral akan terus mengalami kerugian di tahun-tahun mendatang. Hal ini tentunya menjadi perhatian bagi para pemangku kepentingan, termasuk investor dan karyawan perusahaan.
Upaya Perbaikan
Untuk mengatasi masalah ini, manajemen Amman Mineral berkomitmen untuk melakukan perbaikan pada fasilitas smelter dan berupaya berkomunikasi dengan pemerintah terkait kebijakan larangan ekspor. Perusahaan berharap dapat menemukan solusi yang saling menguntungkan untuk meningkatkan kinerja operasional dan keuangan di masa depan.
Dengan langkah-langkah perbaikan yang tepat, diharapkan Amman Mineral dapat kembali ke jalur pertumbuhan dan memberikan kontribusi positif bagi industri pertambangan di Indonesia.




